Dinilai Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19, Pasar Kobong Semarang Ditutup

Home / Berita / Dinilai Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19, Pasar Kobong Semarang Ditutup
Dinilai Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19, Pasar Kobong Semarang Ditutup Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, di ruang isolasi Rumah Dinas Walikota Semarang saat peresmian. Saat ini, di ruang isolasi tersebut terdapat sebagian pasien positif covid-19 klaster Pasar Kobong. (detik.com)
Fokus Berita

TIMESTASIKMALAYA, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang resmi menutup sementara Pasar Ikan Rejomulyo atau Pasar Kobong karena teridentifikasi menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

Penutupan pasar yang biasa disebut Pasar Kobong ini dilakukan pada Sabtu (23/5/2020) pukul 10.00 WIB oleh tim Gabungan Denpom dan Satpol Pamong Praja Kota Semarang dengan memasang garis polisi di akses jalan masuk menuju pasar.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mengatakan munculnya klaster Pasar Kobong ini membuat Pemkot Semarang memutuskan memperpanjang status Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) dari tanggal 25 Mei hingga 7 Juni 2020.

"Kami evaluasi bersama forkopimda, hasilnya cukup bagus karena grafiknya terus menurun. Tapi kemudian ada susulan penambahan kasus positif di pasar. Akhirnya PKM kita perpanjang selama dua pekan," kata

Terkait dengan kronologi penularan virus, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr Abdul Hakam menjelaskan semula pihaknya mendapatkan laporan ada tiga kasus positif virus corona dan satu meninggal dunia di RS Sultan Agung Semarang. Mereka belakangan diketahui merupakan pedagang di Pasar Kobong.

"Dari informasi itu, dua hari lalu kita lakukan rapid test awal di sana dan dapat enam orang yang hasilnya reaktif," kata Hakam di Pasar Kobong, Jumat (22/5/2020).

Keenam orang tersebut kemudian diisolasi ke rumah dinas Wali Kota Semarang untuk diambil uji swab dan hasilnya positif. Kemudian pelacakan dilakukan dan didapatkan 11 kontak dekat.

"Rentetan yang kontak (dengan enam pasien reaktif) ini ada 11 yang semuanya warga Semarang. Jadi total 21," ungkapnya.

Dari hasil itu, pihaknya langsung berkomunikasi dengan DKK Kabupaten Demak untuk mengadakan rapid test. Sebab aktivitas jual beli di Pasar Kobong cukup tinggi dan warga yang datang tak hanya dari Semarang.

"DKK Kabupaten Demak mereka adakan rapid test di Pasar Ikan Sayung, (hasilnya) ada reaktif lima. Jadi dari kasus dahulu dan sekarang ditemukan jumlah sekitar 26," ujarnya.

Hakam mengatakan, penutupan Pasar Kobong selama enam hari penting untuk memutus mata rantai sebaran COVID-19.

"Selama enam hari ke depan sementara ditutup dalam rangka desinfektan supaya nanti pasar steril," ucapnya.

Rapid test dan PCR di Pasar Kobong kembali dilakukan dan lima orang menunjukkan hasil reaktif. Komandan Detasemen Polisi Militer (Denpom) IV/5 Semarang Mayor CPM F Okto Femula mengatakan, pihaknya besok akan menindaklanjuti penutupan Pasar Kobong dengan melakukan penyekatan. "Jadi kita nanti akan bantu sterilkan, kemudian selama enam hari itu berturut-turut dibersihkan dan kita lakukan penyekatan supaya nanti tidak berdekatan seperti saat ini," ujarnya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com